1 Perempuan Hilang di Sungai Karang Mumus Samarinda Saat Lebaran Belum Ditemukan

oleh

Samarinda, KRsumsel.com Tim SAR gabungan dari berbagai unsur di Kalimantan Timur (Kaltim) hingga Sabtu ini masih melakukan pencarian terhadap seorang perempuan atas nama Dewi Fina (24) warga Samarinda yang hilang setelah tenggelam di Sungai Karang Mumus Samarinda sejak Senin (31/3) dini hari lalu.

“Hari ini kami melanjutkan pencarian hari kelima terhadap seorang perempuan yang diduga terjun dari Jembatan Sei Damai, Sungai Karang Mumus Samarinda,”ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Balikpapan Endrow Sasmita di Samarinda, Sabtu (5/4).

Dalam pencarian hari kelima ini tim dibagi menjadi tiga regu yakni Regu 1 melakukan pencarian mulai dari sekitar lokasi jatuhnya korban hingga ke arah hilir sampai muara sungai, perbatasan antara Sungai Karang Mumus dan Sungai Mahakam.

Baca juga: KAI: Tidak Ada Kenaikan Harga Tiket Setelah Lebaran 2025

Kemudian Regu 2 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian ke arah hilir sejauh 10 kilometer (km) dan visual udara menggunakan drone thermal, sedangkan Regu 3 melakukan penyisiran dari lokasi kejadian menuju arah hulu sampai dengan Jembatan Pasar Segiri.

Endrow melanjutkan, sebelumnya pada Senin 31 Maret dini hari sekira pukul 03.00 Wita seorang saksi mata di lokasi kejadian melihat korban timbul tenggelam dan teriak minta tolong hingga akhirnya korban tidak terlihat lagi, sehingga saksi mata pun mengabarkan hal itu kepada warga setempat.

Kemudian Kantor SAR Balikpapan menerima informasi pada Selasa (1/4) pukul 07.05 Wita, selanjutnya pada pukul 07.20 Wita satu tim diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

“Sejak menerima informasi, kami terus melakukan pencarian hingga hari ini. Kalau kemarin tim melaksanakan penyisiran sejauh 8 km ke arah hilir menggunakan perahu karet, dibantu visual udara menggunakan drone thermal sampai pukul 18.00 Wita, hari ini tetap kami lakukan pencarian,”katanya.

Selain SAR, tim dari berbagai unsur yang melakukan pencarian terhadap korban antara lain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Polres Samarinda, Polairud, relawan, dan warga setempat.(net)