KRSUMSEL.COM, Prabumulih – Dengan alasan minimnya anggaran, Pemkot Prabumulih melalui Disprindag Prabumulih tahun ini tidak menyelenggarakan pasar bedug.
Selain itu, fokus program pangan murah dan sembako murah dalam rangka menekan inflasi daerah, membantu masyarakat meringankan beban memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal itu dibenarkan Kadisprindag Prabumulih, Mukhtar Edi SSos MSi didampingi Kabid Perdagangan, Retno Kustiawati SH ketika dibincangi awak media, Rabu,(13/3).
“Iya, tahun ini, kita tidak ada pasar bedug seperti biasnya. Karena, ketiadaan anggaran dan kita memang konsentrasi program pangan murah dan pasar murah,” jelas Mukhtar.
Ia menjelaskan, kegitan tersebut dalam rangka mendukung program Pemkot Prabumulih, menekan inflasi daerah sesuai kebijakan dari Kemendagri
Menurutnya, program pangan murah dan pasar murah ini tentunya sangat membantu masyarakat di tengah harga sembako serba tinggi sekarang ini.
“Memang, karena ada program subsidi. Makanya, bisa kita jual sembako. Seperti beras, minyak goreng, telur, dan lainnya. Di bawah harga pasar, dan setiap kali program pangan murah dan pasar murah. Masyarakat antusias sekali, membeli sembako dijual,” bebernya