KRSUMSEL.COM, Muara Enim – Berpotensi tinggi atas pertanian, hortikultura dan peternakan, Desa Marga Mulya Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim sebagai lokasi Desa Pengabdian.
Hal itu merupakan inisiasi sekumpulan dosen Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) yang diketuai oleh Dr. Rizky Tirta Adhiguna.
Desa Marga Mulya yang dihuni mencapai 3.616 jiwa memiliki potensi dalam aktifitas pertanian karet, hortikultura dan peternakan ikan lele.
Potensi lokal desa yang memanfaatkan limbah organik rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk cair eco-enzyme, menarik minat warga desa untuk memproduksi secara mandiri untuk keperluan pertanian warga desa.
Kegiatan pengabdian dalam bentuk perkuliahan desa melibatkan perangkat pemerintahan desa, BPD, kelompok tani dan kelompok ibu-ibu PKK dalam memberikan pengetahuan baru dan menghasilkan nilai tambah dari limbah lokal yang ada di desa.
Ketua Pengabdian Dr Rizky Tirta Adhiguna menyampaikan, warga Desa Marga Mulia memiliki antusias yang tinggi dalam menerapkan perkembangan pengetahuan dalam menghasilkan eco enzyme dari limbah rumah tangga.
Lanjut Dr Rizky, Pada kesempatan ini juga tim Pengabdian memberikan materi dan teknis, dengan melibatkan mahasiswa teknologi pertanian semester 5 dalam budidaya jamur tiram yang dapat memberikan peluang dalam meningkatkan perekonomian warga desa.
“Upaya pencegahan stunting dapat dilakukan dengan memberikan asupan jamur tiram yang memiliki kandungan protein cukup, agar dapat dikonsumsi oleh anak-anak dapat dilakukan melalui produksi jamur tiram secara mandiri,” jelas Dr. Rizky, Senin (4/12).
Desa marga mulya sebagai salah satu desa binaan Unsri telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2019, yang bekerjasama dalam melaksanakan pengabdian secara berkelanjutan.
“Tahun depan, kami secara konsisten akan melaksanakan kembali pengabdian sesuai dengan topik yang sesuai dengan kebutuhan warga desa,” pungkas Dr Rizky.