Babak Baru Polemik Pilkades, Warga Karang Anyar Muratara Ancam Lakukan Parlemen Jalanan

oleh

Muratara, KRsumsel.com – Polemik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Karang Anyar Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memasuki babak baru.

Pasca tuntutan empat calon kades belum terpenuhi, warga ancam akan menggelar aksi Parlemen Jalanan apabila surat sanggahan terkait Pilkades Karang Anyar yang mereka masukan ke Pemkab Muaratara tidak ditanggapi dengan baik.

Sebelumnya, calon kades nomor urut 01,02,03 dan 05 tidak terima akan adanya pernyataan pihak panitia kabupaten yang menyatakan 496 surat suara tidak sah.

Dari pernyataan tersebut, keempat calon kades yang berkompetisi mendatangi kantor DPMD-P3A guna mempertanyakan alasan dinyatakannya 496 surat suara tidak sah.

Selain itu, mereka juga telah melayangkan surat sanggahan guna menyikapi hal tersebut. Namun hingga kini, panitia Kabupaten Muratara belum juga memberikan kepastian akan surat sanggahan tersebut.

“Kami sudah menjalankan prosedur dengan baik, kami melayangkan sanggahan hasil pilkades sudah sesuai tahapan. Bila tidak segera ditanggapi, jangan salahkan kami bila akan terjadi parlemen jalanan,” kata Wildan Hakim selaku calon Kades nomor urut 05, Senin (20/11).

Kemudian Wildan juga mengatakan bila mereka akan menerima dengan baik apapun keputusan nantinya,asalkan sesuai dengan Perbup yang berlaku.

“Kami minta kepada pemangku kebijakan, agar dilibatkan dalam pembahasan terkait tuntutan yang kami ajukan. Apapun keputusan nya nanti akan kami terima, namun kalau hanya asumsi mereka yang tidak berkompeten kami tidak terima,” kata Wildan.

Tidak mendapati tanggapan dari kantor sekretariat panitia pilkades Kabupaten Muratara 2023, rombongan peserta calon kades dan warga Karang Anyar mendatangi Kantor Bupati Muratara guna menemui asisten pemerintahan.

Usai bertemu Staf Asisten Pemerintahan, massa yang notabene merupakan calon kades dan warga pendukung, memberikan tenggang waktu hingga hari Kamis terkait surat sanggahan yang mereka layangkan.

“Asisten 1 sedang dinas luar, namun surat kami sudah diterima oleh pihak Staf A1. Kami akan menunggu tanggapan sanggahan hingga Kamis nanti,” tutup Wildan.