Jakarta, KRSumsel – Di tengah pandemi virus Corona COVID-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lewat Gubernur Anies Baswedan sebelumnya memprediksi rumah sakit (RS) akan penuh terisi pada tanggal 17 September 2020 bila tidak ada intervensi. Hal ini disebut berdasarkan data penambahan kasus aktif harian.
“Sekali lagi ini soal menyelamatkan warga Jakarta. Bila ini dibiarkan maka RS tidak akan sanggup lagi menampung dan efeknya kematian akan tinggi terjadi di Jakarta,” kata Anies pada hari Rabu (9/9/2020).
Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis adanya masalah keterbatasan kapasitas rumah sakit. Menurutnya kapasitas kesehatan di Indonesia, terutama DKI Jakarta, masih bisa dimaksimalkan untuk merawat pasien.
“Di samping itu pemerintah juga mendorong agar rumah sakit-rumah sakit yang ada di DKI atau yang di Jakarta untuk dilakukan relaksasi terutama pasien-pasien yang posisinya sudah hampir sembuh dan masih dalam observasi. Itu di wisma atlet fasilitasnya tersedia,” kata Airlangga dalam konferensi pers yang disiarkan YouTube BNPB, Kamis (10/9/2020).
“Pemerintah menegaskan tidak ada kapastitas kesehatan yang terbatas. Pemerintah sudah punya dana yang cukup dan pemerintah akan menambah kapasitas bed sesuai dengan kebutuhan dan meyakinkan bahwa seluruh daearah, DKI Jakarta, kapasitas pelayanan kesehatan akan terus dimaksimalkan oleh pemerintah,” lanjutnya.
Menurut datang yang dihimpun Pemprov DKI Jakarta, hingga tanggal 6 September sebanyak 83 persen tempat tidur ICU di 67 RS rujukan Corona sudah penuh. Sementara itu tempat tidur ruangan isolasi pada tanggal yang sama sudah terisi sekitar 77 persen.(*)